Kenapa kadang Aku, kadang Kami?

Beberapa hari yang lalu aq pernah tanya kepada beberapa temenku: Kenapa sih di Al Quran Dia kadang-kadang menyebutkan diri-Nya tunggal (Aku), kadang-kadang jamak (Kami)? Apakah ada penjelasannya ataukah kita harus menerima saja seperti dalam arti Alif Lâm Mîm?

Dalam tafsir Qur’an punya bapakku yang warna kertasnya dah kuning & baunya dah agak mirip kayu manis saking tuanya (diterbitkan tahun 1973, dijual seharga Rp 3000) ditulis

Alif, Lâm, Mîm adalah huruf2 potong jang kebanjakan ahli2 tafsir menjerahkan pengertiannja kepada Tuhan, karena hanja Tuhan sadja jang tahu maksudnja…

Contoh ayat yang menyebutkan diri-Nya dengan Aku adalah Q.S 2:30 yang artinya

“Dan ketika Tuhan mengatakan kepada malaikat: Aku menempatkan khalifah di muka bumi. Kata malaikat: Mengapa Engkau menempatkan di muka bumi orang yang akan membuat bencana di situ dan menumpahkan darah sedang kami bertasbih memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Kata Tuhan: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

Contoh ayat yang menyebutkan diri-Nya dengan Kami adalah Q.S 2:34 yang artinya

“Dan ketika Kami mengatakan kepada malaikat: Tunduklah kamu kepada Adam. Lalu mereka tunduk, selain dari iblis, dia enggan dan menyombongkan dirinya dan dia termasuk orang-orang yang tidak beriman”

Dulu aq pernah chatting sama orang Ozy, awalnya si oke-oke aja tapi setelah dia tau aq muslim dia mulai menyerang aq. Akhirnya setelah kalah debat, aq terpaksa bilang yang intinya “Ilmu agamaku masih cethek, lebih baik kamu tanya kepada orang yang lebih tau tentang Islam”. Wuah, malunya aq harus bilang gitu tapi ya gimana lagi emang kenyataannya kayak gitu😦 Terus dia bilang yang intinya: “Kalian itu cuma percaya & menghafal aja apa yang diajarkan kepada kalian, nggak berusaha memahami & mencari tau kebenarannya” Gak bisa bilang apa-apa deh…

Sementara ini aq cuma bisa berpegang pada tafsir Alif, Lâm, Mîm di atas dan QS 2:30 aja tentang kenapa kadang Aku & kenapa kadang Kami itu. Mungkin ada yang bisa kasih penjelasan yang lebih bagus? Kalo ada yang punya tafsir Al Quran yang lebih oke daripada tafsir yang kubaca tadi, tolong aq dikasih tau ya. Atau mungkin ada yang bersedia nanyain ke ustadz? Aq lupa terus kalo mau nanya …

3 Responses to “Kenapa kadang Aku, kadang Kami?”

  1. Mr. Geddoe Says:

    Ada yang bilang itu inisial…
    Ada yang bilang itu sandi…
    Ada yang bilang itu untuk menyesuaikan dengan pesan kriptik dalam Al-Qur’an…

    Huahahaha.

  2. deedhoet Says:

    Wah, saya dulu dibantai habis-habisan di channel IRC mas sama orang ozy itu, mana bhs inggris saya nggak karuan lagi. Really, that was an unforgettable momment..

  3. agorsiloku Says:

    Dia sebagai subjek yang menguasai selalu ditulis tunggal (Aku, Dia, Allah). Otoritas penuh ketika menjelaskan DiriNya dan perintahNya. Berubah menjadi kami, ketika utusanNya terlibat dalam aktivitas dan dalam berkomunikasi/bertindak. Misalnya : Sesungguhnya, Kamilah yang memelihara , Kami wahyukan… –> Kami mewakili utusannya, mewakili malaikat, mewakili Nabi, ulama-ulama, para hafiz, dan lain-lain. Kalau kata …Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah timur dan barat ….menjelaskan pemilik tunggal. Begitu, kalau tak salah agor pahami…. Karena itu, tidak ada ayat yang bilang : Sembahlah Kami… Allah pantang dipersekutukan dengan sesuatu apapun juga ciptaanNya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: